Namaku satria, orang orang memanggilku rio. Aku lahir
dari keluarga sederhana. Ibu dan ayah punya gaji, lebih dari cukup untuk memenuhi
kehidupan bahkan lebih dari cuku. Terkadang orang tuaku menyisihkan kelebihan hartanya
untuk membantu orang yang tidak mampu. Mungkin itu cara nya mengajarkan anaknya
setelah besar nanti juga harus menyisakan hartanya ke orang yang kekurangan. Baik
berupa makanan ataupun benda yang layak pakai. Terkadang aku ga suka nya kepada
orang tua ku dia begitu pelit kepada anak anaknya. Aku pun bertanya
“Bu kalo sama orang yang ga mampu aja bisa ngasih,
masa sama anaknya sendiri ga bisa ngasih, sih”
Ibuku membalas “aku memberi kalian hal hal cukup untuk
yang dibutuhkan saja, bukan yang diinginkan. Agar kalian besar nanti tidak
menjadi orang yang boros, membeli barang semata mata untuk hal yang diinginkan dan
sifatnya sementara. Untuk itu anak anaku, berkehidupan cukuplah agar kamu tidak
serakah dan tidak masuk kedalam dosa dosa yang lebih besar lainnya”
Aku pun berpikir dan bergumam “ benar juga yang
dikatakan ibu, apabila nanti kita tidak merasa cukup dan bersyukur terhadap
hidup kita, kita nanti akan terperosok ke dosa yang lebih besar dan menimbulkan
kesengsaraan bagi diri kita sendiri”
Aku pun membalas perkataan ibuku “aku juga berpikir munculnya
koruptor itu karena tidak ada rasa cukup di hidupnya, maka dari itu mereka
menghalalkan segala cara demi mencapai semua keinginannya”
Ibuku menegaskannya dengan berkata “terkadang yang
kamu inginkan itu tidak baik untuk dirimu, dan yang kamu butuhkan itu lebih
baik untukmu. Makanya ya le, urip kuwi harus akeh sukur ben ndak sengsoro”
Ibuku adalah sosok yang lemah lembut kalo ga PMS, dan
sosok yang angker kalo lagi tegas tegasnya juga sangat bijak dalam memahami
kondisi apapun. Terkadang bertanya itu lebih baik dari pada diam, meskipun kita
tidak menyukai lawan bicara kita, tetap gunakanlah delivery yang baik kepadanya
#nguli-sambil_ngabuburit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar