Selasa, 26 Oktober 2021

Mahasiswa telah menjadi dongeng di generasi sekarang

kau sebut dirimu mahasiswa ?
padahal nilai mu sudah hilang 
fungsi mu sudah hilang
dan yang paling parah marwahmu sudah tidak ada 

karena tidak kompaknya kalian menjalani kepengurusan 
karena tidak pahamnya kalian tentang landasan kalian bergerak 
karena kegoisan kalian lah yang membuat kalian menjadi sampah
sampah formatur, sampah harapan, sampah keteladanan
ya itu kalian mahasiswa hari ini
eksistensi lebih penting dari apapun 
pandai bergimik didepan siapapun 
moralitas dan mentalitas tidak ada sepeserpun dari otak maupun tindakan kalian

kedok belajar sudah menjadi kambing hitam atas ketidakbertanggungjawaban kalian mengelola organisasi
demi kebermanfaatan baik untuk mahasiswa lainya ataupun untuk masyarakat indonesia 
saya menjulukinya artis politik yang pulung, penipu ulung.
suka membuat kebencian atas kekeliruan yang dia buat kepada objek yang sudah mengkritisinya aristoteles pernah bilang jika tidak mau dikritik jangan melakukan apapun dan memilih pilihan apapun

hai maha yang egois atas pemikiran dan tindakanya 
sampai kapan kau menyimpang keluar dari koridor fungsi ?
bau mu menyengat dihidung, dan bentukmu tidak enak dipandang oleh mata serta membuat kulit ku gatal gatal ketika dekat mu, mungkin itu efek samping dari penyimpangan kewajiban kalian
esensi sudah punah, dan hikmah sudah menjadi relief terkubur 
yang tersisa hanyalah dongeng bahkan mitos yang tidak diketahui itu benar adanya atau memang pernah terjadi 

Perang Pemikiran bukan Perasaan

Api pertempuran sudah di mulai, sejak kau membuka percakapan dengan egoisnya
Suara kecamuk pedang saling berhantaman dengan pedang lainya
Suara jeritan kematian sebagai penanda perayaan pencabutan nyawa massal
Proses pencapaian keputusan yang dilakukan hanya menguntungkan sepihak
Kurasa tidak mungkin untuk melakukan genjatan senjata hingga salah satunya puas atas tingkahnya
Banyak korban berjatuhan karena ulah pemimpin yang tidak bisa memimpin pasukanya dengan benar
baik dari waktu, tenaga, dan pemikiran.

ahhh ini perang
tapi aku tidak tau kemenangan perang ini untuk apa dan siapa ?
penaklukan ini kenapa kulakukan ?
apa semata - mata aku ingin mengkuasai atau aku akan memberikan kedamaian atas negara yang aku kuasai nantinya.
lalu apa masyarakat di negara itu menerima atas kemenanganku, menaklukan negaranya ?
bukan kah ini hal yang egois ?

tentu saja aku egois karena aku sudah membunuh bagian keluarga mereka selama pertempuran berlangsung
pihak ku juga sama, banyak korban yang terbunuh
apa tidak ada cara lain ?
cara yang tidak menimbulkan satu korban pun untuk menciptakan kedamaian

egois atas tuntutan adat budaya agama yang membuat perang terjadi 
karena jika tunduk pasti akan ditindas 
jika tunduk pasti akan merasakan kesengsaraan
jika tunduk pasti akan merasakan neraka dunia 
kita hanya bisa memilih untuk ditaklukan atau menaklukan

hanya saja aku masih bingung dengan manusia 
dengan perbedaaan pemikiranya malah melahirkan kesedihan atau kehancuran
bukanya perbedaan yang membuat manusia itu unik 
dan revolusi dunia lahir karena perbedaan pemikiran
sejatinya perbedaan pemikiran itu untuk membuat manusia hidup lebih baik lagi 

ya sekali lagi yang berbeda adalah pemikiran bukan perasaan manusianya
sifat asli manusia itu memiliki keinginan baik bagi manusia yang lainya
namun banyak manusia yang tidak memiliki batasan dalam melakukan kebaikan dan keburukan
sikap itulah yang membuat perasaan ikut terbawa dalam lingkungan pemikiran.

Jancur Barsap

Kamu ga salah Aku yang salah Iyaa aku yang terlalu menuntut Aku juga yang berambisi mendapatkan kamu seutuhnya Hingga aku lupa bahwa kamu ju...