Suara kecamuk pedang saling berhantaman dengan pedang lainya
Suara jeritan kematian sebagai penanda perayaan pencabutan nyawa massal
Proses pencapaian keputusan yang dilakukan hanya menguntungkan sepihak
Kurasa tidak mungkin untuk melakukan genjatan senjata hingga salah satunya puas atas tingkahnya
Banyak korban berjatuhan karena ulah pemimpin yang tidak bisa memimpin pasukanya dengan benar
baik dari waktu, tenaga, dan pemikiran.
ahhh ini perang
tapi aku tidak tau kemenangan perang ini untuk apa dan siapa ?
penaklukan ini kenapa kulakukan ?
apa semata - mata aku ingin mengkuasai atau aku akan memberikan kedamaian atas negara yang aku kuasai nantinya.
lalu apa masyarakat di negara itu menerima atas kemenanganku, menaklukan negaranya ?
bukan kah ini hal yang egois ?
tentu saja aku egois karena aku sudah membunuh bagian keluarga mereka selama pertempuran berlangsung
pihak ku juga sama, banyak korban yang terbunuh
apa tidak ada cara lain ?
cara yang tidak menimbulkan satu korban pun untuk menciptakan kedamaian
egois atas tuntutan adat budaya agama yang membuat perang terjadi
karena jika tunduk pasti akan ditindas
jika tunduk pasti akan merasakan kesengsaraan
jika tunduk pasti akan merasakan neraka dunia
kita hanya bisa memilih untuk ditaklukan atau menaklukan
hanya saja aku masih bingung dengan manusia
dengan perbedaaan pemikiranya malah melahirkan kesedihan atau kehancuran
bukanya perbedaan yang membuat manusia itu unik
dan revolusi dunia lahir karena perbedaan pemikiran
sejatinya perbedaan pemikiran itu untuk membuat manusia hidup lebih baik lagi
ya sekali lagi yang berbeda adalah pemikiran bukan perasaan manusianya
sifat asli manusia itu memiliki keinginan baik bagi manusia yang lainya
namun banyak manusia yang tidak memiliki batasan dalam melakukan kebaikan dan keburukan
sikap itulah yang membuat perasaan ikut terbawa dalam lingkungan pemikiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar