Rabu, 23 September 2020

Puisi dari Sebuah Nama

Lima waktu

Aku selalu mendoakanmu

Rantai tak kasat mata lah

Akan selalu jadi pengingat

Setiap waktu


Izinkan aku, percaya pada seseorang lagi semesta 

Nadi memberi tanda

Dia seorang yang cocok dengan ku

Aku mau

Hari hari ku nantinya, bahagia dengannya


Mentari pagi

Apakah dia bisa seperti dirimu

Yang selalu menyinari dan memberi kehangatan

Orasi kerinduan selalu terdengar dalam hati ku

Waktu ke waktu aku merasa bahagia

Ikatan ini yang akan selalu ku doakan dan ku ihtiarkan



(Wa alqoitu ‘alaika mahabbatan minnii walitushna’a ‘ala ‘aini) Taha 20 : 39

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jancur Barsap

Kamu ga salah Aku yang salah Iyaa aku yang terlalu menuntut Aku juga yang berambisi mendapatkan kamu seutuhnya Hingga aku lupa bahwa kamu ju...